Jumat, 18 Januari 2013

Billiard


PENJELASAN

Biliar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.

Biliar :

Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.

Sampai saat ini, tahun 2008, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki saja. Namun saat ini banyak wanita yang mulai menggemari olahraga biliar.

PERATURAN PERMAINAN BILIAR

Biliar dibagi menjadi beberapa jenis menurut jumlah bola yang digunakan untuk bermain. Yang paling sering dimainkan yaitu 9-Ball dan 8-Ball. Berikut ini adalah peraturan permainan biliar untuk 9-Ball dan 8-Ball.

PERATURAN 9-BALL

1. Bola yang digunakan.
Bola yang digunakan adalah bola billiard yang bernomor 1 s.d 9 ditambah bola berwarna putih yang digunakan sebagai cue ball.

2. Susunan bola pada saat break
Bola bernomor 1 s.d 9 disusun berbentuk wajik (diamond). Posisi bola bernomor 1 di bagian atas wajik, sedangkan bola bernomor 9 diletakkan di tengah-tengah susunan bola.Dan bola lainnya ditempatkan secara acak.

3. Tujuan permainan.
Pemain diharapkan untuk memasukkan bola secara berturut-turut dari angka 1 s.d 9.

4. Memasukkan bola.
Memasukkan bola dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memukul bola bernomor paling kecil yang ada di atas meja, atau dengan mengkombinasikan bola sasaran dengan bola lain yang sekiranya dapat masuk ke dalam kantung meja.

5. Pelanggaran.
Pemain dinyatakan melakukan pelanggaran apabila:
• Bola yang dipukul bukan merupakan bola paling kecil yang ada di meja.
• Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permainan.
• Bola putih masuk ke dalam kantung meja.
• Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
• Bola putih tidak menyentuh bola sasaran saat dipukul.
• Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion)
• Menaruh/meninggalkan stik di atas meja

6. Ketentuan setelah pelanggaran.
• Pemain berikutnya memiliki kesempatan untuk meletakkan bola putih dimana saja di dalam meja permainan (free ball).
• Apabila bola bernomor keluar dari meja, maupun masuk kedalam lubang karena pelanggaran, maka bola tersebut tidak dikembalikan ke atas meja pada titik Foot Spot.
• Bola bernomor 9 dikembalikan ke atas meja pada titik footspot apabila keluar dari meja, maupun masuk ke dalam lubang karena pelanggaran. Apabila ada bola lain yang berada pada titik Foot Spot, maka bola bernomor 9 ditempatkan pada Long String terdekat dengan titik Foot Spot.

7. Ketentuan Push Out
• Push Out hanya dilakukan 1 kali dalam permainan, yaitu setelah lawan melakukan Break.
• Sebelum melakukan Push Out, pemain harus memberitahukannya kepada lawan maupun wasit. Apabila pemain tidak memberitahukan kepada lawan maupun wasit, maka pukulan yang dilakukan dianggap pelanggaran.
• Dalam melakukan Push Out,pemain bebas memukul bola putih kearah mana saja, dan tidak dianggap

FOUL.
• Setelah Push Out dilakukan, pemain lawan dapat memilih untuk menerima dan melakukan pukulan atau menyerahkan kembali ke pada pemain yang melakukan push out untuk memukul selanjutnya.

8. Pelanggaran 3 X berturut - turut
Jika seseorang pemain melakukan pelanggaran 3 x berturut – turut dalam satu game, maka dinyatakan kalah pada game tersebut. Wasit harus memberikan peringatan kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran 2 x berturut.

9. Pemenang
Pemain dinyatakan menang, apabila:
• Memasukkan Bola bernomor 9 ke dalam lubang meja secara sah. 
• Pemain lawan melakukan pelanggaran 3 kali berturut-turut. 

PERATURAN 8-BALL

1. Pemain.
Dimainkan secara Doubles, 2 lawan 2.

2. Bola yang digunakan.
Bola2 biliar dibagi 2 yaitu bola solid (1-7) dan bola stripes (9-15). Bola 8 adalah bola yang terakhir dimasukkan.

3. Setelah break dilakukan oleh salah satu pemain, jika ada bola yang masuk maka tim yang melakukan break boleh menembak bola lagi. Jika tidak, maka tim lawan yang menembak.

4. Pemain yang menembak setelah break, bisa memilih bola solid/stripes, dengan cara memasukkan bola solid/stripes. Misalnya, jika dia memasukkan bola 1 maka untuk selanjutnya dia harus memasukkan bola 2-7. Jika dia memasukan bola 10, maka selanjutnya dia harus memasukkan bola 9-15

5. Apabila Bola-8 masuk pada saat break, pemain dapat memilih antara mengulang kembali break (bola ditata ulang), atau menaruh bola 8 pada footspot dan melanjutkan permainan.(sesuai dengan World Standardized Rules)

6. Pelanggaran.
- bola yang dipukul bukan merupakan bola miliknya.
- memukul bola 8 padahal bolanya belum habis.
- Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion)
- Bola putih masuk lubang
- Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permain.
- Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
- Setelah terjadi pelanggaran, maka tim lawan berhak mendapatkan Free ball.

7. Apabila pemain secara tidak sengaja memasukkan bola yang bukan miliknya(bola lawan), maka pada saat itu juga ganti giliran. (posisi bola putih tidak berubah)

8. Pemain yang secara tidak sengaja memasukkan bola 8 sebelum bola - bolanya habis dianggap kalah.

9. Setelah memasukkan seluruh bola, maka bola 8 harus dimasukkan ke salah satu dari 6 lubang yang ada. Pemain yang akan menembak bola 8, harus memilih salah satu lubang. Jika bola 8 masuk ke lubang yang salah maka pemain itu dianggap kalah.

10. Sebuah Tim dinyatakan menang apabila :
- Memasukkan bola 8 pada lubang yang ditunjuknya setelah seluruh bolanya habis.
- Tim lawan memasukkan bola 8 padahal bolanya belum habis
- Tim lawan memasukkan bola 8 ke lubang yang salah.
- Tim lawan melakukan foul pada saat memasukkan bola 8 (contoh : ketika menembak bola 8,masuk,tapi bola putih juga masuk lubang, maka tim lawannya dinyatakan menang)
- Tim lawan menembak dan mengakibatkan keluarnya bola 8 dari meja. 

TRIK-TRIK

Dalam bermain billiard,diperlukan teknik-teknik dan trik tertentu agar bisa bermain dengan baik dan menghasilkan pukulan sempurna.

Berikut ini beberapa teknik-teknik dasar dan trik sederhana untuk bermain biliard.

PENGATURAN POSISI TANGAN

Tangan kanan:

1. Upayakan kondisi tangan kanan Lemas tapi menggenggam pasti handle area stik billiard anda dengan posisi nyaman.
2. Upayakan posisi tangan menyiku menahan dan menggenggam stik billiard.
3. Posisi kepalan tangan lurus dengan lengan.
4. Upayakan Lengan tangan jangan sampai turun atau goyang saat mendorong bola.
5.Ayunan tangan jangan terlalu panjang dan menegang pada saat mendorong bola.

Tangan kiri:

1. Posisikan Tangan kiri Jangan terlalu jauh dengan bola putih, kira-kira 20 – 30 cm.
2. Posisikan telapak tagan menapak sempurna/kokoh ke meja dan punggung tangan menegang.
3. Tahan stik jangan sampai goyang atau keluar meleset dari tumpuan tangan.
4. Jangan terburu-buru melepaskan stik dari tangan setelah mendorong bola.

untuk yang kidal, tinggal dibalik aja tangan kanan sama kiri 

PENGATURAN POSISI KAKI

1. Posisikan kaki meregang kira-kira satu langkah.
2. Tumpukan berat badan ke pinggul kiri.
3. Upayakan Posisi punggung kaki menghadap kedepan lurus.
4. Posisikan kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan bentuk kaki kanan Lurus kebelakang dan kaki kiri ditekuk membentuk kuda-kuda.

PENGATURAN POSISI BADAN

1. Punggung badan tegak lurus.
2. Posisikan badan menyesuaikan dengan kedataran stik
3. Posisikan dagu kepala dekat sejajar dengan stik
4. Posisi badan saat mendorong bola tidak boleh bergerak kecuali tangan kanan yang mengayun stik biliar.
6. Setelah mendorong bola, posisi badan tetap mematung sebentar.

POSISI STIK BILLIARD

1. Upayakan Posisikan stik stik datar sejajar dengan meja billiard.
2. Upayakan arah stik biliard selalu stabil saat mendorong bola.
3. Hentikan ayunan stik bilyar setengah jengkal dari jarak bola putih setelah pukulan dilakukan.
4. Upayakan posisi stik tetap lurus sesuai dengan titik sasaran bola putih / cue ball pada saat akan mendorong bola.
5. Setelah pukulan, stik billiard wajib dihentikan di posisi akhir jangan langsung ditarik.

AYUNAN LENGAN / STIK BILIARD

1. Upayakan mengayun lengan agar stik lurus dan stabil pada saat maju-mundur.
2. Lakukan ayunan lengan secara bertempo atau berirama sampai sekiranya stik biliar terasa mantap dan tepat pada sasaran/cue ball.
3. Upayakan ayunan dengan tempo lambat dengan penuh konsentrasi.
4. Jarak ayunan jangan terlalu jauh dari bola putih (kira-kira 30 cm) ke kira-kira 7 cm.
6. Ayunkan stik billiard minimal 3 kali.
7. Hentikan ayunan sebentar didekat bola putih setelah mengayun untuk mengukur atau mencari posisi tembak yang sempurna.
8. Saat mendorong bola jangan terlalu kencang (jangan di bet atau sentak) dan lakukan dengan penuh keyakinan.
9.batasi Ayunan hanya sampai posisi tangan kanan siku-siku 90.˚

PUKULAN / DORONGAN

1. Upayakan saat mengayun stik berhenti sejenak didekat bola lalu tarik mundur stik sedikit kemudian dorong kedepan sampai mengenai cue ball.
2. Upayakan tidak ada daya kejut saat mendorong bola.
3. Posisi stik harus tepat dan tidak boleh meleset dari  cue ball.
4. Gunakan daya sentuhan yang mantap ketika ujung stik bertemu cue ball.
5. Lakukan dorongan pada bola dengan penuh konsentrasi dan keyakinan.

TUGAS SOFTSKILL 4 BAHASA INDONESIA 2


Tema                            : Akuntansi Keuangan Indonesia
Topik Penulisan           : Kegiatan-kegiatan dalam dalam akuntansi keuangan

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
1.2 Batasan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan

Bab II Pembahasan

2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan
2.2 Sejarah Akuntansi
2.3 Pentingnya Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.3 Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Adanya perubahan lingkungan global yang semakin menyatukan hampir seluruh negara di dunia dalam komunitas tunggal, yang dijembatani perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin murah, menuntut adanya transparansi di segala bidang. Standar akuntansi keuangan yang berkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk mewujudkan transparasi tersebut.

 Standar akuntansi keuangan dapat diibaratkan sebagai sebuah cermin, di mana cermin yang baik akan mampu menggambarkan kondisi praktis bisnis yang sebenarnya. Oleh karena itu, pengembangan standar akuntansi keuangan yang baik, sangat relevan dan mutlak diperlukan pada masa sekarang ini.

Terkait hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi akuntansi di Indonesia selalu tanggap terhadap perkembangan yang terjadi, khususnya dalam hal-hal yang memengaruhi dunia usaha dan profesi akuntan. Hal ini dapat dilihat dari dinamika kegiatan pengembangan standar akuntansi sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini. Setidaknya, terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia.  
Tonggak sejarah pertama, menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku “Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).”
Kemudian, tonggak sejarah kedua terjadi pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984″ dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha.
Berikutnya pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994.” Sejak tahun 1994, IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan dari harmonisasi ke adaptasi, kemudian menjadi adopsi dalam rangka konvergensi dengan International Financial Reporting Standards (IFRS). Program adopsi penuh dalam rangka mencapai konvergensi dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam perkembangannya, standar akuntansi keuangan terus direvisi secara berkesinambungan, baik berupa berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan enam kali, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004, dan 1 September 2007. Buku “Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007″ ini di dalamnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya yaitu tambahan KDPPLK Syariah, 6 PSAK baru, dan 5 PSAK revisi. Secara garis besar, sekarang ini terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK.
Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik, maka badan penyusunnya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Awalnya, cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK).
Kemudian, pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Selain itu, juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan, yang mewakili para pengguna, merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia
1.2 Batasan Masalah

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis ingin memberikan contoh pentingnya ilmu akuntansi keuangan dalam perusahaan

1.3 Tujuan Penulisan

Memberikan informasi tentang awal adanya akuntansi keuangan di Indonesia, serta pentingnya akuntansi keuangan dalam suatu perusahaan

1.4 Manfaat Penulisan

Memberikan inforrmasi kepada pembaca tentang Akuntansi Keuangan


Bab II Pembahasan

2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang sahamkreditorpemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal).

Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham.

Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.

2.2 Sejarah Akuntansi

Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang.

Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping . Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai:
1) alat hitung menghitung;
2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan;
3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama.

 Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan keduayaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk  pengambilan keputusan.


2.3 Pentingnya Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan

Perusahaan adalah suatu lembaga yang melakukan kegiatan usaha baik memproduksi barang ataupun jasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang sebesar-besarnya.
Setiap perusahaan baik perusahaan dagang,jasa,ataupun perusahaan manufaktur pasti melakukan transaksi. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan tersebut harus dicatat dengan baik dan benar sesuai bukti-bukti yang ada. Proses pencatatan transaksi tersebut disebut sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi.
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
2.3 Pentingnya Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan
Akuntansi juga berfungsi sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan, misalnya untuk mengetahui  maju mundurnya suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Selain itu akuntansi juga berfungsi sebagai dasar dalam perhitungan pajak suatu perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor yang ingin menginvestasikan asset mereka. Jadi dengan kata lain akuntansi merupakan cerminan dari suatu perusahaan.
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
3.2 Saran
Pentingnya ilmu akuntansi dalam perusahaan seperti yang sudah dibahas tadi, penulis menyarankan agar pembaca mempelajari ilmu akuntansi karena sangat bermanfaat
3.3 Daftar pustaka
http://siklus-akuntansi.blogspot.com/2009/01/pengertian-akuntansi-keuangan.html
http://sananiria.blogspot.com/2011/10/sejarah-akuntansi-keuangan.html