Tema : Akuntansi Keuangan
Indonesia
Topik
Penulisan : Kegiatan-kegiatan
dalam dalam akuntansi keuangan
Bab I
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
1.2
Batasan Masalah
1.3
Tujuan Penulisan
1.4
Manfaat Penulisan
Bab II
Pembahasan
2.1
Pengertian Akuntansi Keuangan
2.2
Sejarah Akuntansi
2.3 Pentingnya
Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.3 Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Adanya perubahan lingkungan global yang semakin menyatukan hampir
seluruh negara di dunia dalam komunitas tunggal, yang dijembatani perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi yang semakin murah, menuntut adanya
transparansi di segala bidang. Standar akuntansi keuangan yang berkualitas
merupakan salah satu prasarana penting untuk mewujudkan transparasi tersebut.
Standar akuntansi keuangan
dapat diibaratkan sebagai sebuah cermin, di mana cermin yang baik akan mampu
menggambarkan kondisi praktis bisnis yang sebenarnya. Oleh karena itu,
pengembangan standar akuntansi keuangan yang baik, sangat relevan dan mutlak
diperlukan pada masa sekarang ini.
Terkait
hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi akuntansi di
Indonesia selalu tanggap terhadap perkembangan yang terjadi, khususnya dalam
hal-hal yang memengaruhi dunia usaha dan profesi akuntan. Hal ini dapat dilihat
dari dinamika kegiatan pengembangan standar akuntansi sejak berdirinya IAI pada
tahun 1957 hingga kini. Setidaknya, terdapat tiga tonggak sejarah dalam
pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
Tonggak
sejarah pertama, menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun
1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip
dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku “Prinsip
Akuntansi Indonesia (PAI).”
Kemudian,
tonggak sejarah kedua terjadi pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI
melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya
dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia 1984″ dengan tujuan untuk menyesuaikan
ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha.
Berikutnya
pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan
melakukan kodifikasi dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober
1994.” Sejak tahun 1994, IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi
dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. Dalam
perkembangan selanjutnya, terjadi perubahan dari harmonisasi ke adaptasi,
kemudian menjadi adopsi dalam rangka konvergensi dengan International Financial
Reporting Standards (IFRS). Program adopsi penuh dalam rangka mencapai
konvergensi dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana dalam beberapa tahun ke
depan.
Dalam
perkembangannya, standar akuntansi keuangan terus direvisi secara
berkesinambungan, baik berupa berupa penyempurnaan maupun penambahan standar
baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan enam kali, yaitu pada
tanggal 1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004,
dan 1 September 2007. Buku “Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007″
ini di dalamnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya yaitu tambahan
KDPPLK Syariah, 6 PSAK baru, dan 5 PSAK revisi. Secara garis besar, sekarang
ini terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK.
Untuk
dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik, maka badan penyusunnya
terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Awalnya, cikal
bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan
dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973. Pada tahun 1974
dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan
mengembangkan standar akuntansi keuangan. Komite PAI telah bertugas selama
empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan
personel yang terus diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI
tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi
Keuangan (Komite SAK).
Kemudian,
pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK
diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan
otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Selain itu, juga telah
dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi
Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober
2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang
dilakukan oleh DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi
akuntan dan luar profesi akuntan, yang mewakili para pengguna, merupakan mitra
DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia
1.2
Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah
ini, penulis ingin memberikan contoh pentingnya ilmu akuntansi keuangan dalam
perusahaan
1.3 Tujuan Penulisan
Memberikan informasi
tentang awal adanya akuntansi keuangan di Indonesia, serta pentingnya akuntansi
keuangan dalam suatu perusahaan
1.4 Manfaat Penulisan
Memberikan inforrmasi
kepada pembaca tentang Akuntansi Keuangan
Bab II
Pembahasan
2.1
Pengertian Akuntansi Keuangan
Akuntansi
keuangan adalah
bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan
penyiapan laporan keuangan untuk
pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai
dalam akuntansi keuangan adalah persamaan
akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal).
Akuntansi keuangan
berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk
suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai
laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk
kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai
prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai
pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham.
Hal penting
dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang
harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk
kepentingan eksternal.
Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan
ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai
diterapkan di Indonesia pada
1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.
2.2 Sejarah Akuntansi
Akuntansi
berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan
pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000
SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang.
Masing-masing
periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode
pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana,
maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia
bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama,
dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping . Pada periode terakhir
banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah
debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi yang luar
biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi
juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai:
1)
alat hitung menghitung;
2)
sumber informasi dalam pengambilan keputusan;
3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan
sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama.
Bila
dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman
terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan keduayaitu sebagai
alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan
keputusan.
2.3 Pentingnya Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan
Perusahaan adalah suatu lembaga yang melakukan
kegiatan usaha baik memproduksi barang ataupun jasa untuk dikonsumsi oleh
masyarakat yang bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang
sebesar-besarnya.
Setiap perusahaan baik perusahaan dagang,jasa,ataupun perusahaan manufaktur
pasti melakukan transaksi. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan
tersebut harus dicatat dengan baik dan benar sesuai bukti-bukti yang ada.
Proses pencatatan transaksi tersebut disebut sebagai proses akuntansi atau
siklus akuntansi.
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi
perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar
sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut
merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
2.3
Pentingnya Ilmu Akuntansi Dalam Perusahaan
Akuntansi juga berfungsi sebagai sistem informasi yang
menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas
ekonomi dan kondisi perusahaan, misalnya untuk mengetahui maju mundurnya
suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut.
Selain itu akuntansi juga berfungsi sebagai dasar dalam perhitungan pajak suatu
perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor
yang ingin menginvestasikan asset mereka. Jadi dengan kata lain akuntansi
merupakan cerminan dari suatu perusahaan.
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
Akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
suatu perusahaan, kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi
perusahaan tersebut. Jika proses akuntansinya tersusun dengan baik dan benar
sesuai dengan bukti-bukti yang ada, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut
merupakan perusahaan yang baik, begitu pula sebaliknya.
3.2 Saran
Pentingnya
ilmu akuntansi dalam perusahaan seperti yang sudah dibahas tadi, penulis
menyarankan agar pembaca mempelajari ilmu akuntansi karena sangat bermanfaat
3.3 Daftar pustaka
http://siklus-akuntansi.blogspot.com/2009/01/pengertian-akuntansi-keuangan.html
http://sananiria.blogspot.com/2011/10/sejarah-akuntansi-keuangan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar