Nama : Berry Alkata
Nanda Lawi
NPM : 21210395
Kelas : 4EB06
BAB II
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI
INTERNASIONAL
I. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
DUNIA AKUNTANSI
Akuntansi Internasional adalah akuntansi
untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang
berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan
pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar
mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di
perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Ada 8 (delapan) factor yang mempengaruhi
perkembangan akuntansi internasional:
1. Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang
kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan
perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis
arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis
kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus
atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar:
hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode,
hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur
sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat
lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa
adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak
secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan
dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka
akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan
penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap
akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu
Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi
usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang
paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standard praktik akuntansi yang sangat
rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali
jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya
Empat dimensi budaya nasional, menurut
Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian,
maskulinitas.
II. PENDEKATAN PERKEMBANGAN AKUNTANSIDALAM
EKONOMI YANG BERORIENTASI PASAR
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi.
- Pendekatan makro
ekomomi
- Pendekatan
mikro ekonomi
- Pendektan
independen
- Pendekatan
yang seragam
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum dan
Hukum Kode
- Akuntansi dalam
negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian
wajar”, transparan, full disclousure, dan pemisahan antara akuntansi keuangan
dan pajak.
- Akuntansi
dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada
legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian
antara akuntansi keuangan dan pajak.
Sistem Praktek: Akuntansi Penyajian Wajar
vs Kepatuhan Hukum
Alasan hilangnya perbedaan tingkat
nasional:
· Banyak
perusahaan telah listing di bursa saham di luar negera asal.
· Tanggung
jawab pembentukan standar akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta
yang profesional dan independen, seperti di Jerman dan Jepang.
· Pasar
saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
III. NEGARA YANG DOMINAN DALAM
PERKEMBANGAN PRAKTEK AKUNTANSI
Banyak perbedaan akuntansi di tingkat
nasional menjadi semakin hilang. Terdapat beberapa alasan untuk hal ini
(1) Ratusan perusahaan saat ini mencatat
sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal mereka, (2) Beberapa Negara hukum
kode, secara khusus Jerman dan Jepang mengalihkan tanggung jawab pembentukan
standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sector swasta yang
professional dan independent,
(3) Pentingnya pasar saham sebagai sumber
pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
IV. KLASIFIKASI AKUNTANSI
Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara :
· Dengan
pertimbangan
· Secara
empiris
Pendekatan terhadap perkembangan akuntansi
· Pendekatan
Makro – ekonomi
· Pendekatan
Mikro – ekonomi
· Pendekatan
independen
· Pendekatan
yang seragam
Sistem Hukum : Akuntansi hukum umum dan
hukum kode
1. Klasifikasi
menurut sistem hukum :
Akuntansi dalam negara – negara hukum umum
memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian wajar”, transparan, full
discloisure, dan pemisahaan antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi
dalam negara – negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada
legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian
antara akuntansi keuangan dan pajak.
2. Sistem
Praktek :
· Akuntansi
penyajian wajar vs kepatuhan hukum
Alasan hilangnya perbedaan tingkat
nasional:
Banyak perusahaan telah listing di bursa
saham di luar negara asal
Tanggung jawab pembentukan standar
akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta yang profesional dan
independen, seperti di Jerman dan Jepang. Pasar saham sebagai sumber pendanaan
semakin tumbuh di indonesia.
Klasifikasi yang didasarkan padada
penyajian wajar versus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap
banyak permasalahan akuntansi, seperti (1) depresiasi, di mana beban ditentukan
berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi
(penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan
hukum), (2) sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap
diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna
usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum), (3) pension dengan biaya yang
diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan
menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja (kepatuhan hukum). Masalah lain
adalah penggunaan cadangan diskrit untuk meratakan laba dari satu periode ke
periode yang lain.
V. PERBEDAAN ANTARA PENYAJIAN WAJAR DAN
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM
Penyajian wajar dan substansi mengungguli
bentuk (substance over form) merupakan cii utama akuntansi hukum umum.
Akuntansi kepatuhan hukum drancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenankan
pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau memenuhi rencana
makroekonomi pemerintah nasional. Pengukuran yang konservatif mamastikan bahwa
jumlah yang hati-hati dibagikan. Akuntansi kepatuhan hukum akan terus digunakan
dalam laporan keuangan perusahaan secara individu yang ada di Negara-negara
hukum kode di mana laporan konsolidasi menerapkan pelaporan dengan penyajian wajar.
Dengan cara ini, laporan konsolidasi dapat memberikan informasi kepada investor
sedangkan laporan perusahaan individual untuk memenuhi ketentuan hukum.
VI. ISU PENTING PERBEDAAN ANTARA PENYAJIAN
WAJAR DAN KEPATUHAN TERHADAP HUKUM
Perdagangan internasional itu sendiri
merupakan bidang ekonomi yang menerapkan model ekonomi mikro untuk membantu
memahami ekonomi internasional. Isinya sama termasuk alat yang diperkenalkan
dalam mata kuliah ekonomi mikro, termasuk analisis permintaan dan penawaran,
perusahaan dan perilaku konsumen, persaingan sempurna, pasar monopoli
oligopolistik dan struktur, dan efek distorsi pasar. Tentu saja yang khas
menggambarkan hubungan ekonomi antara konsumen, perusahaan, faktor pemilik, dan
pemerintah.Keuangan internasional menerapkan model-model ekonomi makro untuk
membantu memahami ekonomi internasional.
Fokusnya adalah pada hubungan antara
variabel-variabel ekonomi agregat seperti PDB, tingkat pengangguran, tingkat
inflasi, neraca perdagangan, nilai tukar, suku bunga, dll Bidang ini memperluas
makroekonomi untuk memasukkan pertukaran internasional. Fokusnya adalah pada
pentingnya ketidakseimbangan perdagangan, faktor-faktor penentu nilai tukar dan
efek agregat pemerintah kebijakan moneter dan fiskal. Di antara isu-isu yang
paling penting dibahas adalah pro dan kontra tetap versus sistem nilai tukar
mengambang.
Berikut ini adalah contoh/ kasus tentang
transaksi internasional, FDI (Foreign direct investment) atau Investasi Asing
Langsung.
Dijual kepada pelanggan asing
Kebanyakan perusahaan 'dengan bisnis
internasional melakukan penjualan ke pelanggan asing. Seringkali, penjualan
dilakukan secara kredit dan disepakati bahwa pelanggan asing akan membayar
dalam mata uang sendiri (misalnya, peso Meksiko). Hal ini menimbulkan risiko
valuta asing sebagai nilai mata uang asing kemungkinan akan berubah dalam
kaitannya dengan mata uang negara perusahaan sendiri (misalnya, dolar U.S).
Dalam transaksi tersebut, akan timbul
resiko baru yang biasanya disebut dengan rugi/laba selish kurs dalam proses
transaksi internasional. Untuk menghindari resiko tersebut, maka perlu yang
namanya Hedging. Dimana Hedging ini berguna untuk memagari diri terhadap
kerugian fluktuasi nilai tukar.
Dari wacana diatas, dapat kita simpulkan
bahwa FDI menciptakan dua isu yang sangat utama yaitu:
Dengan kebutuhan untuk mengkonversi dari
lokal ke US GAAP sejak pencatatan akuntansi biasanya disusun dengan menggunakan
GAAP lokal.
untuk menerjemahkan dari mata uang lokal
ke dolar AS sejak catatan akuntansi biasanya disusun dengan menggunakan mata
uang lokal.
Alasan untuk, dan isu-isu akuntansi yang
terkait dengan, Investasi Asing Langsung
Beberapa alasan alas an untuk investasi
asing langsung diantaranya :
1. Meningkatkan Penjualan dan Keuntungan.
Penjualan internasional dapat menjadi
sumber margin keuntunganyang lebih tinggi atau keuntungan tambahan melalui
penjualan tambahan. Produk unik atau keunggulan teknologi dapat memberikan
keunggulan komparatif bagi yang perusahaan ingin memanfaatkannya dengan
memperluas penjualan di luar negeri.
2. Pertumbuhan pasar yang cepat.
Beberapa pasar internasional tumbuh lebih
cepat dari yang lain. Investasi asing langsung merupakan sarana untuk
memperoleh pijakan di pasar yang berkembang pesat atau muncul. Tujuan utamanya
adalah untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan.
3. Mengurangi biaya
Sebuah perusahaan terkadang dapat
mengurangi biaya penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan melalui investasi
langsung asing. Signifikan lebih rendah biaya tenaga kerja dibeberapa negara
memberikan kesempatan untuk mengurangi biaya produksi. Jika bahan dalam pasokan
pendek atau harus dipindahkan jarak jauh, mungkin lebih murah untuk mencari
produksi dekat dengan sumber mengimpor materials.
4. Melindungi Pasar Domestik
Untuk melemahkan pesaing internasional
potensial dan melindungi pasar domestik, perusahaan mungkin memasuki pasar
rumah pesaing. Alasannya adalah bahwa sebuah potensi pesaing kurang mungkin
untuk memasuki pasar asing jika sibuk melindungi pasar domestiknya sendiri.
5. Melindungi Pasar Luar Negri
Bertambahnya Tambahan investasi di luar
negeri terkadang termotivasi oleh kebutuhan untuk melindungi pasar yang dari
pesaing lokal.
6. Memperoleh Teknologi dan Manajerial.
Selain melakukan penelitian dan
pengembangan di rumah, cara lain untuk memperoleh teknologi dan pengetahuan
manajerial adalah untuk membuat sebuah operasi dekat untuk memimpin pesaing.
Melalui kedekatan geografis, perusahaan akan lebih mudah untuk lebih dekat
memantau dan belajar dari para pemimpin industri.
Isu yang dapat dilihat dari investasi
asing langsung adalah Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih
terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor,
regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis
adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.
Dimana Pricewaterhomms Coopers melaporkan
bahwa volume penawaran ekuitas lintas batas dalam dolar meningkat hampir tiga
kali lipat antara tahun 1995 dan 1999, dengan jumlah dana 1ebih dari sebesar
100 miliar yang diperoleh selama periode 5 tahun tersebut (penawaran ini hanya
mencakup penjualan surat berharga di luar pasar domestik). Penawaran
internasional atas obligasi, piujaman sindikasi, dan instrumen utang 1ainnya
juga tumbuh secara dramatis selama tahun 1990-an. Tren ini kemudian memburuk
selama tahun-tahun awal decade .
Akuntansi harus memberikan respons
terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi yang tentu berubah dan
mencerminkrn kondisi budaya, ekonomi, hukum,sosial, dan politik yang ada dalam
lingkungan operasinya.
sumber :
http://ranzkimlay.wordpress.com/artikel/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar