Nama : Berry Alkata Nanda Lawi
NPM : 21210395
Kelas : 4EB06
BAB VI
PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA
PENGERTIAN PERUBAHAN HARGA
Inflasi : Kenaikan harga secara umum.
Penyebab inflasi :
1) Kebijakan
moneter
2) Kebijakan
fiskal
3) Biaya
pemilihan umum yang terlalu besar
4) Penyebaran
inflasi international
Deflasi : Penurunan harga secara umum.
MENGAPA LAPORAN KEUANGAN DI MASA PERUBAHAN
HARGA BERPOTENSI MENYESATKAN?
Dari sudut pandang manajerial, pengukuran
yang tidak akurat dapat menimbulkan penyimpangan sebagai berikut:
1) Proyeksi keuangan berdasarkan data
rangkaian waktu historis yang belum disesuaikan,
2) Anggaran yang menjadi dasar pengukuran,
dan
3) Data kinerja yang gagal
menahan pengaruh inflasi yang tidak terkendali.
Pendapatan yang dibesarkan dapat
menimbulkan sebagai berikut:
1) Kenaikan pajak yang sebanding,
2) Permintaan deviden yang lebih banyak
dari pemegang saham,
3) Tuntutan kenaikan gaji karyawan, dan
4) Kebijakan yang merugikan dari
pemerintah tuan rumah (misalkan pajak yang dibebankan atas kelebihan laba)
Alasan-alasan untuk mengakui pengaruh
inflasi secara eksplisit, sebagai berikut:
1) Pengaruh perubahan harga bergantung
secara parsial kepada transaksi dan kondisi perusahaan.
2) Penanganan masalah uang diakibatkan
oleh perubahan harga bergantung kepada pemahaman yang akurat terhadap masalah
tersebut.
3) Pernyataan manajer mengenai masalah
yang diakibatkan oleh perubahan harga lebih dapat dipercaya jika
perusahaan mengeluarkan informasi keuangan yang membahasa masalah
tersebut.
JENIS-JENIS PENYESUAIAN INFLASI
Rangkaian statistik yang bertujuan
mengukur perubahan harga umum maupun khusus biasanya tidak berjalan secara
bersamaan. Tiap perubahan harga memiliki pengaruh yang berlainan terhadap
pengukuran posisi keuangan dan kinerja operasional dari suatu perusahaan dan
diterangkan menurut tujuan yang berlainan pula.
PENYESUAIAN TINGKAT-HARGA UMUM
Mata uang tetap (biaya historis) adalah
jumlah mata uang yang disesuaikan dengan perubahan tingkat harga (daya beli)
umum.
1) INDEKS
HARGA
Angka indeks harga digunakan dalam
translasi jumlah uang yang dibayarkan di periode sebelumnya ke dalam setara
daya beli di akhir periodenya (yaitu daya beli tetap-biaya historis).
Rumus yang digunakan adalah:
GPLC / GPLtd x Jumlah Nominaltd = PPEC
Dimana:
GPL = indeks
harga umum
c =
tahun berjalan
td =
tanggal transaksi
PPE =
setara daya beli umum
PENYESUAIAN BIAYA-KINI
Perbedaan model biaya kini dengan
akuntansi konvensional, yaitu:
1) Aset dinilai pada biaya kininya
ketimbang biaya historisnya.
2) Laba didefinisikan sebagai kekayaan
bersih setelah pajak dari perusahaan, yaitu jumlah sumber daya yang dapat
didistribusikan perusahaan disuatu periode (tidak termasuk pertimbangan
pajak) sambil tetap mempertahankan kapasitas produksi atau modal fisiknya.
BIAYA KINI DISESUAIKAN DENGAN
TINGKAT-HARGA UMUM
Kebijakan akuntansi:
1) Dasar
Penyajian
2) Komparabilitas
3) Persediaan
4) Aset
Tetap
5) Penyusutan
6) Penyajian
ulang ekuitas pemegang saham
7) Defisit
atas penyajian ulang ekuitas pemegang saham
8) Laba
atau rugi dari posisi moneter
PENDEKATAN TERHADAP AKUNTANSI INFLASI DI
BEBERAPA NEGARA
1) AMERIKA
SERIKAT
Perusahaan pelapor disarankan untuk
mengungkapkan informasi berikut tiap lima tahun terakhir:
1.
Penjualan
bersih dan pendapatan operasional lain
2.
Laba
operasional berkelanjutan berdasarkan biaya-kini
3.
Daya
beli laba atau rugi (moneter) atas pos-pos moneter bersih
4.
Peningkatan
atau penurunan biaya kini atau jumlah yang dapat dipulihkan yang lebih rendah
5.
Semua
penyesuaian translasi gabungan mata uang asing, berdasarkan biaya-kini
6.
Aset
bersih di akhir tahun berdasarkan biaya-kini
7.
Pendapatan
per saham
8.
Dividen
per saham dari saham biasa
9.
Harga
pasar per saham dari saham biasa
10.
Harga
pasar per saham dari saham biasa di akhir tahun
11.
Tingkat
Indeks Harga Konsumen (CPI) yang digunakan untuk mengukur laba dari operasional
berkelanjutan
2) INGGRIS
Standar Inggris memberikan tiga pilihan
dalam pelaporan:
Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai
laporan dasar dengan dilengkapi akun-akun biaya historis.
Menyajikan akun-akun biaya historis
sebagai laporan dasar dengan dilengkapi akun-akun biaya kini.
Menyajikan akun-akun biaya kini saja
dengan dilengkapi akun-akun biaya historis seperlunya.
3) BRASIL
Pelaporan akuntansi inflasi yang
dianjurkan di Brazil, yaitu sesuai:
Undang-Undang Perusahaan Brasil, dan
Komisi Sekuritas dan Bursa Brasil
INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD BOARDS
(IASB)
IASB menyimpulkan bahwa laporan posisi
keuangan dan kinerja operasional yang dinyatakan dalam mata uang lokal di
lingkungan hiperinflasi tidak bermanfaat. Laba atau rugi daya beli terkait
posisi kewajiban atau aset moneter bersih harus dimasukkan ke dalam laba bersih.
Perusahaan pelaporan juga harus
mengungkapkan:
1) Fakta bahwa penyajian ulang
atas perubahan daya beli umum unit pengukur telah dilakukan.
2) Model penilaian aset yang digunakan
dalam pelaporan utama (yaitu penilaian historis atau biaya kini)
3) Identitas dan tingkat indeks harga per
tanggal neraca, berikut pergerakannya selama tahun pelaporan.
4) Laba-rugi moneter bersih tahun berjalan.
HAL-HAL TERKAIT INFLASI
Laba dan Rugi Inflasi
Laba dan Rugi Modal
Inflasi Asing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar